Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 11 Agustus 2009

KPU Tobasa


KPUD TOBASA TETAPKAN PEROLEHAN SUARA PILPRES

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Toba Samosir secara resmi menetapkan hasil perolehan suara sah dan suara tidak sah (Batal_red) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk tingkat kabupaten, Sabtu (11/7) di kantor KPUD Tobasa yang ditulis di Lampiran Model DB-1 PPWP dan diisi berdasarkan formulir Lampiran DA-1 PPWP. Adapun hasil perolehan suara sah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk daerah Kabupaten Toba Samosir adalah: Pasangan dengan nomor urut 1. Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Prabowo Subianto (Mega – Pro) memperoleh suara 25.960 suara, pasangan nomor urut 2. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof. DR. Boediono (SBY – Boediono) 48.961 suara dan pasangan nomor urut 3. H.M Jusuf Kalla dan H. Wiranto (JK – WIN) 2.479 suara. Dan suara tidak sah (batal_red) adalah 1.619 suara. Ironisnya, formulir Lampiran Model DB-1 PPWP yang diisi oleh KPUD Tobasa dalam penetapan perolehan suara pilpres ini tidak dibubuhi tanda tangan saksi dari pihak tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden H.M Jusuf Kalla dan H. Wiranto (JK – WIN) namun saksi tim pemenangan dari pihak Mega – Pro, SBY – Boediono membubuhi tanda tangan di Lampiran Model DB-1 PPWP tersebut. Saat dikonfirmasi pihak wartawan, Lampita Morina Siregar, SE Ketua KPUD kabupaten Tobasa mengatakan bahwa pihaknya (KPUD Tobasa_red) sebelumnya telah mengundang semua tim pemenangan dari masing – masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden namun dari tim pemenangan H.M Jusuf Kalla dan H. Wiranto (JK – WIN) tidak hadir dan tidak ada membubuhi tanda tanda tangan. Walau saksi tim pemenangan dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden H.M Jusuf Kalla dan H. Wiranto (JK – WIN), keputusan ini dianggap sah secara hukum dan peraturan yang berlaku, ujar Lampita, Sabtu (11/7), dikantornya. Terkait tentang pelaksanaan pemilihan umum calon presiden dan calon wakil Presiden, Lampita Morina Siregar, SE Ketua KPUD kabupaten Tobasa mengatakan tidak ada masalah namun dia mengaku bahwa pihak KPUD mengalami kendala yang untuk melakukankan sosialisasi dan monitoring ke kecamatan-kecamatan yang memiliki jarak tempuh yang sangat jauh dan juga cuaca yang sering hujan dalam melaksanakan monitoring dan sosialisasi.. Lebih lanjut Ketua KPUD Tobasa menuturkan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sangat mendadak mengenai peggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dapat digunakan sebagai kartu pemilih membuat KPUD Tobasa harus ekstra kerja keras untuk mensosialisasikan keputusan MK tersebut. Menurut KPUD Tobasa, jumlah peserta pemilih Tobasa yang ikut menyontreng di pemilihan calon presiden dan wakil presiden mencapai 70 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tobasa sebanyak 114. 447 jiwa. Sementara itu, warga Toba Samosir berharap kepada Presiden dan wakil Presiden terpilih agar kedepan bisa lebih memperhatikan nasib orang-orang “kecil”, khususnya petani agar bisa mendapatkan pupuk dengan mudah dan murah, dan warga Tobasa juga memintakan agar Hukum di Indonesia bisa lebih baik dari yang sebelumnya dan selalu mengharamkan perjudian yang bisa merusak masa depan putra-putri bangsa.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: