Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 10 Januari 2010

berita ringan

Rp. 1,5 M Dana P2FM-BLPS disalurkan di Toba Samosir

Pada saat menyerahkan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kecamatan Sigumpar (jumat, 4/12), Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA mengucapkan “rasa syukur kepada Tuhan”, dimana dana dari Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM) melalui Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) dengan pendekatan KUBE diserahkan langsung oleh Bupati Toba Samosir didampingi oleh Dirjen Fakir Miskin yang diwakili oleh Mangara Simanjuntak.

Bupati juga mengajak masyarakat terutama anggota KUBE agar menggunakan bantuan modal usaha dengan jujur dan sebaik mungkin. Bupati juga berterima kasih kepada Bapak Mangara Simanjuntak yang telah ikut membantu proses aliran dana bantuan ini ke Kabupaten Toba Samosir. Bapak Mangara Simanjuntak juga adalah putra dari Kecamatan Sigumpar.

Ditambahkannya, agar tiap-tiap KUBE selalu menerapkan 4 tertib dalam pengelolaan kelompok yaitu tertib administrasi, tertib perencanaan, tertib pelaksanaan dan tertib pengawasan, sehingga akan tercipta manajemen yang baik dengan hasil yang maksimal dan baik, sehingga pada akhirnya anggota KUBE akan menjadi sejahtera. Sukses Tobamas 2010 akan terwujud.

Adapun penerima bantuan P2FM adalah KUBE Desa Situatua, Desa Banua Huta, Desa Sigumpar, Desa Nauli dan Desa Maju Kecamatan Sigumpar, KUBE Desa Lumban Binanga, Desa Partoruan Janji Matogu dan Desa Dolok Saribu Lumban Nabolon Kecamatan Uluan, KUBE Desa Tangga Batu I dan Desa Pangombusan Kecamatan Parmaksian. Jumlah KUBE di 10 desa ini terdiri dari 50 KUBE dengan jumlah dana 30 juta rupiah per kelompok dengan total bantuan sebesar 1,5 milyar rupiah.

Pada kesempatan itu juga Dinas Sosial Kabupaten Toba Samosir juga memberikan bantuan gerobak yang diserahkan langsung oleh Bupati Toba Samosir kepada pedagang dari Kecamatan Balige, Kecamatan Laguboti, Kecamatan Porsea dan Kecamatan Borbor.

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 5 Januari 2010

berita singkat

BAGIAN HUKUM SETDAKAB TOBASA ADAKAN SOSIALISASI RANHAM

Dalam rangka Sosialisasi Rancangan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2009 di Kabupaten Toba Samosir, Bagian Hukum Setdakab. Toba Samosir gelar Acara Sosialisasi RANHAM ditinjau dari Perspektif Hukum Adat Batak Toba dengan menghadirkan Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. DR. Bungaran A. Simanjuntak, yang berbicara tentang RANHAM dan Hukum Adat Batak Toba dengan peserta 125 orang Tokoh adat dan Pengurus Lembaga Adat se-Kabupaten Toba Samosir serta dibuka secara resmi oleh Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, Kamis (17/12), di ruang Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir.

Sebelumnya Kepala Bagian Hukum Setdakab Toba Samosir Drs. AM. Sitorus selaku Sekretaris Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Azasi Manusia Tahun 2004-2009, Keputusan Bersama Kakanwil Dep. Hukum dan HAM Prop. Sumatera Utara dan Bupati Toba Samosir Nomor w2.um.06.01.19 dan Nomor 222 Tahun 2006 tanggal 14 Agustus 2006 tentang Pembentukan Panlak Ranham Kab. Toba Samosir Tahun 2006-2009, Keputusan Bupati Toba Samosir Nomor 278 Tahun 2009 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Azasi Manusia (Ranham) di Kabupaten Toba Samosir Tahun Anggaran 2009

Sementara Bupati Toba Samosir dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam rangka Peningkatan, Penghormatan dan Perlindungan Hak Azasi Manusia dalam Rencana Aksi Nasional Hak Azasi Manusia (Ranham) sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat akan pemahaman Hak Azasi Manusia, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir menyelenggarakan sosialisasi ini dan hal ini juga merupakan salah satu program Panlak Ranham Bidang Penyuluhan Dan Pendidikan HAM dengan masalah yang aktual dibicarakan pada akhir-akhir ini adalah perlindungan masyarakat Hukum Adat yang juga sudah menjadi program kerja pemerintah dan Komnas HAM.

Sedangkan Prof. DR. Bungaran A. Simanjuntak, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan menyampaikan topik RANHAM dan Hukum Adat dengan menjelaskan bahwa Esensi Hukum Adat Batak Toba yang demokratis selalu diberi Hak dan Kebebasan kepada setiap orang untuk mengajukan gugatan Adat dan Jawaban Terguga serta Adil dimana Raja-raja yang ahli hukum selalu memberi kesempatan kepada kedua belah pihak yang bertikai untuk mengajukan gugatan dan pembelaan diri, penghormatan kepada pemimpin/raja sangat tinggi, termasuk semua perkara dalam kampung disampaikan kepada pemimpin/raja sangat kompleks, serta semua orang dapat simbol penghormatan contoh Jambar, Ulos, Upa Raja, Pago-Pago, Perjanjian sangat dihormati, yang melanggar perjanjian akan dihukum oleh pengadilan raja, juga setiap orang diberi kesempatan sepuasnya untuk menolak argumentasi lawan.

Menurut Prof. DR. Bungaran Simanjuntak, Orang Batak, dalam mencari kebenaran dan membangun keadilan sekaligus untuk membuktikan kebenaran seseorang mengenal manolon (bersumpah) dan Gana sebagai alat bukti yang jenisnya bermacam-macam, termasuk Pungga Leok-leok atau Sipu-sipu na mintop yang ditujukan kepada yang kecurian tanaman, ternak, serta Gana Palangha ni Babi, kalau perkara sidabudabuan (hutang piutang) serta beberapa jenis Gana lainnya seperti Gana Hepeng bila mereka yang kongsi modal bertikai, Gana Lapik atau Asi-Asi Tinimpus bila konflik sesama pemain judi, Gana Indahan Pinohul, bila orang bersaudara berkonflik sebagai akibat persoalan apapun, Gana Sitaeram, dan lain-lain.

Hukum Adat Batak menjunjung keadilan menghargai dan menghormati hak setiap orang untuk menggugat atau membela diri, Raja menimbang setiap perkara dengan adil, arif dan bijaksana dengan melibatkan bukti-bukti dan saksi, karena itu Hukum Adat Batak menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia, tidak ada tindakan semena-mena, sumpah atau tolon adalah media memperkuat pencarian keadilan, sumpah dilakukan dihadapan Gana, sebut Guru Besar Unimed Medan ini.

Pembicara lainnya, Monang Naipospos, Raja Pangaliun Sirait (Ompu Mandahar Sirait) dan Pahala Napitupulu menyoroti pelaksanaan Hak Asasi Manusia orang Batak dari segi Hukum Adat Batak Toba sehingga menyapakati dan meminta agar Pemerintah Kabupaten Toba Samosir menfasilitasi pembentukan Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat di Kabupaten Toba Samosir dan pembentukan lembaga ini memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir sehingga lembaga ini memiliki program, kepengurusan dan dana yang kuat.

Hal ini mendapat tanggapan dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba Kabupaten Samosir melalui Kabid Nilai Budaya, Dra. Masrina Silalahi menyatakan bahwa Pemkab Toba Samosir memprogramkan pembentukan dan pelaksanaan kegiatan Forum Komunikasi Antar Lembaga adat di Kabupaten Toba Samosir untuk Tahun Anggaran 2010, sebutnya.

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 13 November 2009

sekilas info

BUPATI TOBA SAMOSIR MEMBUKA SOSIALISASI UNDANG-UNDANG TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
Tobasa,
Bupati Toba Samosir, Drs. Monang Sitorus, SH, MBA membuka kegiatan Sosialisasi Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bertempat di Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir, rabu (14/10/2009).
Bupati Toba Samosir dalam sambutannya mengatakan seiring dengan berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang merupakan salah satu sarana dalam pengembangan komunikasi informasi publik. Mengingat pentingnya keterbukaan informasi publik ini diharapkan kesiapan Pemkab Toba Samosir dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat.
Ditambahkannya, untuk keterbukaan informasi publik ini dapat juga dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang banyak menghasilkan perubahan dalam kehidupan masyarakat akhir-akhir ini. Hal tersebut merupakan salah satu indikator penting yang dapat menentukan proyeksi pertumbuhan ekonomi suatu daerah dimasa yang akan datang.
Diharapkan oleh Bupati Toba Samosir, pemerintah pusat melalui Depkominfo dapat melaksanakan program atau kegiatan lain yang menunjang pembangunan pada masa yang akan datang di Pemkab Toba Samosir.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Kelembagaan Komunikasi Sosial Depkominfo RI DR. James Pardede, MM. Sosialisasi Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 ini bertema Perspektif Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dalam Pelayanan Informasi Publik, yang tujuannya untuk membangun pemahaman, kesadaran dan komitmen segenap unsur aparatur Pemkab Toba Samosir dan juga masyarakat luas, terhadap pengimplementasian Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dalam layanan dan pemanfaatan informasi secara konsisten dan konsekuen. Sedangkan sebagai peserta yaitu unsur aparatur Pemkab Toba Samosir, Kelompok Informasi Masyarakat, LSM, tokoh masyarakat dan unsur media massa. Sebagai narasumber yaitu Peneliti Madya Bidang Komunikasi dan Media Badan Litbang SDM Depkominfo RI Drs. Amin Sar Manihuruk, MS dan Sudono Prasetyo.
Dalam pemaparannya, dengan adanya KIP ini, jajaran pemerintah harus lebih siap dalam penyediaan dan pendistribusian (pelayanan) data dan informasi publik yang lengkap, akurat, aktual, murah dan mudah diakses oleh masyarakat/publik; siap melakukan pelayanan prima terkait data dan informasi publik; mendorong/memotivasi transparansi pemerintah diberbagai bidang terkait dengan kepentingan publik; mendorong efektifitas dan efisiensi sistem kerja pemerintah; serta mendorong partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah.
Ditambahkannya, bahwa Keterbukaan Informasi Publik baru dibicarakan sekarang ini karena Indonesia sedang dan akan memasuki paradigma baru; Indonesia sedang memperjuangkan lima pilar reformasi yaitu supremasi hukum, demokratisasi, peningkatan kualitas pelaksanaan HAM, transparansi dan akuntabilitas kinerja penyelenggara negara; peran pemerintah semakin menguat; pemerintah harus menciptakan Keterbukaan Informasi Publik; serta konsekuensi logis dari transparansi dalam penyelenggaraan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Adapun sifat informasi publik dan kemudahan mengakses, lanjutnya, yaitu setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik dengan cepat, tepat waktu, biaya ringan dan mudah diakses. ( R.s )

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 13 November 2009

sekilas berita

PENILAIAN KECAMATAN TERBAIK TINGKAT PROPINSI SUMATERA UTARA DI KECAMATAN LUMBAN JULU

Lumbanjulu,
Penilaian kecamatan terbaik dilakukan di Kecamatan Lumban Julu oleh tim penilai tingkat Propinsi Sumatera Utara bertempat di Kantor Camat Lumban Julu yang dipimpin oleh Drs. P. Ritonga sebagai Ketua Tim dan Anggota Tim yang terdiri dari Jafor Situmorang, Rudi Siregar, Nouval Mahyor dan D. Silalahi. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Toba Samosir yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Drs. Alberth Sidabutar.
Bupati Toba Samosir mengucapkan selamat datang kepada rombongan tim penilai dari Propinsi Sumatera Utara, Bupati bersama aparat pemerintah selalu berusaha untuk merespon setiap masukan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di Toba Samosir demikian diungkapkan Asisten Pemerintahan Drs. Albert Sidabutar,dan Kabupaten Toba Samosir merupakan nomor satu tertinggi PDRB untuk dataran tinggi di Sumatera Utara.
Dalam laporan ekspos Camat Lumban Julu dihadapan para tim penilai dari Propinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa Kecamatan Lumban Julu sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Toba Samosir Nomor 284 Tahun 2009 tanggal 12 Oktober 2009 ditetapkan menjadi Kecamatan Terbaik I Tingkat Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009.
Dan Camat Lumban Julu Drs. Oloan Pane juga menjelaskan bahwa peningkatan pembangunan di Lumban Julu cukup baik seperti di bidang pertanian telah menjadi sentra pertanaman jagung di 6 desa dari 11 desa yang ada, yang mana masyarakat bersama pemerintah melakukan kerjasama dengan memberikan bibit jagung gratis kepada masyarakat yang mau bertanam jagung di lahan sendiri maupun lahan tidur yang dipinjam dari orang lain.
Masyarakat juga diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam pembangunan seperti dalam bidang pendidikan dimana masyarakat memberikan lahan tanpa ganti rugi seluas + 2 ha pada tanggal 14 Mei 2007 kepada Pemkab Toba Samosir dan pemerintah telah membangun sekolah SMK, di bidang kesehatan juga telah semakin maju dengan penambahan bidan desa untuk melayani masyarakat yang dulunya 1 orang per desa menjadi 2 orang per desa.
Di sektor pariwisata, Kecamatan Lumban Julu juga mendapat perhatian dari pemkab melalui Dinas Pariwisata dengan adanya pengembangan agrowisata yang dapat diandalkan seperti Taman Eden 100, Sibottor Resort, Perumahan Adat Jangga Dolok, Binangalom dan Parendean sebagai wisata danau.
Dalam sesi pengarahan dan tanya jawab yang dilakukan tim penilai dari propinsi, masyarakat antusias menjawab setiap pertanyaan penilai dan memberitahukan keunggulan yang ada di Kecamatan Lumban Julu seperti masalah permodalan dalam usaha para petani sudah dapat dipecahkan dengan adanya koperasi yang ada di Desa Aek Natolu dimana setiap kebutuhan mulai dari sandang, pangan, pupuk, alat pertanian sampai usaha simpan pinjam telah dapat dilayani melalui koperasi tersebut.
Tim penilai dari propinsi mengatakan merasa puas atas segala paparan dari camat dan jawaban masyarakat yang hadir pada kesempatan itu dan Ketua Tim Penilai Drs. P. Ritonga mengharapkan agar masyarakat dapat meningkatkan kerjasama dengan Pemkab Toba Samosir untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kecamatan Lumban Julu dan Kabupaten Toba Samosir. ( R.s )

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 13 November 2009

berita ringan

Acara ramah tamah Bupati Toba Samosir dengan masyarakat Desa Tambunan Baruara sukses
• Toba Samosir sudah mendekati KEMAKMURAN
Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA beserta Ketua Tim Penggerak PKK dan seluruh para pimpinan Satuan Kerja Pemkab Toba Samosir dan Camat Balige Eddy Sialoho, S.Sos melakukan acara ramah tamah dengan masyarakat Tambunan Baruara, Jumat (02/10/2009) bertempat di Desa Tambunan Baruara, Kecamatan Balige
Dihadiri kurang lebih 300 orang, acara ramah tamah tersebut tergolong sederhana namun hikmat dan bermakna, dimana pada kesempatan tersebut antara masyarakat dan pemerintah saling bertukar pikiran untuk pembangunan Toba Samosir ke arah yang lebih baik.
Kabupaten Toba Samosir sudah mendekati kemakmuran dan kesejahteraan, demikian ungkapan tokoh masyarakat. Ini dapat dibuktikan dari pembangunan yang ada di Kabupaten Toba Samosir secara umum, dan di Desa Baruara secara khusus selama empat tahun terakhir, demikian ungkap tokoh masyarakat yang di ikuti dengan tepuk tangan dari masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK ibu Ny Intan Monang Sitorus br Marpaung mengatakan agar seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama untuk membangun Kabupaten Toba Samosir yang kita cintai ini.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA pada arahan dan bimbingannya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir agar bekerja sambil berdoa. Bupati juga menghimbau dan mengajak semua elemen masyarakat secara khusus yang ada di Desa Tambunan Baruara agar membuat dan melakukan yang terbaik untuk daerah yang kita cintai ini. Seperti motto Give Your Heart, berikan hatimu untuk Toba Samosir, agar apa yang kita cita citakan sesuai dengan VISI – MISI Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Masyarakat Adil Sejahtera atau yang kita kenal dengan TOBA MAS 2010 tercapai, demikian Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA mengatakan.
Turut hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh masyarakat antara lain Pijar Tambunan, pemilik Hotel Bahagia Balige dan yang lainnya.

SEKDAPROPSU MEMBUKA PESTA DANAU TOBA TAHUN 2009 DI PARAPAT
Pembukaan Pesta Danau Toba
Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Propinsi RE. Nainggolan membuka secara resmi Pesta Danau Toba Tahun 2009 yang ditandai dengan pemukulan gondang batak bertempat di Open Stage Parapat Kabupaten Simalungun (07/10/2009).
Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Sekdaprop mengatakan Sumatera Utara memiliki budaya yang unggul, tidak kalah unggulnya dengan budaya dari negara manapun. Mari kita lestarikan dan pertahankan kebanggaan kita pada nilai dan seni budaya ini. Dunia sekarang ini juga menghadirkan banyak pilihan untuk melakukan kunjungan wisata.
Ditambahkannya, sesuai dengan kemajuan ekonomi daya beli rakyat Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian masyarakat global juga memiliki peningkatan penghasilan serta daya beli mereka. Oleh karena itu makin banyak bangsa-bangsa berkunjung ke negara lain untuk melakukan kegiatan wisata, jangan sia-siakan kesempatan ini, jangan sampai wisatawan asing enggan datang ke Indonesia, enggan datang ke Danau Toba, karena kita tidak pandai untuk menyelenggarakan, menyiapkan segalanya agar mereka datang ke sini.
Pesta Danau Toba, lanjutnya, merupakan salah satu paket wisata Indonesia yang menjadi bagian dari Visit Indonesia Year 2009 sebagimana tercantum dalam agenda wisata nasional dan sebagai pencanangan kembali Sumut sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata unggulan di Indonesia. Oleh sebab itu, mari kita sukseskan Pesta Danau Toba 2009 untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata di Sumatera Utara, juga kita jadikan sebagai ajang seni, budaya, pariwisata andalan Sumatera Utara sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antar etnis yang ada dengan berbagai budayanya.
Sebelumnya Sujono Manurung, SE Ketua Umum Panitia Pesta Danau Toba Tahun 2009 melaporkan bahwa pelaksanaan Pesta Danau Toba ini akan berlangsung mulai tanggal 7 s/d 11 Oktober 2009. Dimana Pesta Danau Toba kali ini berlangsung sederhana tanpa mengurangi bobot dari tujuan Pesta Danau Toba itu sendiri dengan mengedepankan seni dan budaya antar etnis di Sumatera Utara, olahraga, kegiatan pameran seni dan budaya dan industri.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Pranata Sosial Departemen Pariwisata dan Kebupadayaan Republik Indonesia serta Unsur Pimpinan Daerah Propinsi Sumatera Utara dan Kabupaten/Kota se-Propinsi Sumatera Utara.
Dalam pembukaan tersebut juga dilaksanakan parade kontingen-kontingen yang memeriahkan Pesta Danau Toba tahun ini yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Barat, Kota Pematang Siantar, Kabuapten Samosir, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Selatan dan Akademi Pariwisata Negeri Medan. Selain itu juga dilaksanakan atraksi budaya serta penyerahan bibit ikan bantuan sebanyak 20.000 ekor ikan
Partisipasi Toba Samosir dalam Pesta Danau Toba Samosir
Dalam acara pembukaan tersebut, kontingen Kabupaten Toba Samosir menampilkan atraksi yang menakjubkan para penonton yaitu dengan hadirnya patung sigale-gale raksasa yang sedang menortor di tengah open stage tersebut dan tidak kalah menariknya lagi yaitu adanya tandok raksasa yang berukuran tinggi sekitar 2 meter dan diameter 65 cm. Tandok raksasa tersebut hasil anyaman Reni br. Manurung dan diserahkan kepada Sekdaprop Sumatera Utara RE Nainggolan.
Setelah pembukaan Sekdaprop mengunjungi stand pameran di Harungguan Bolon Convention Hall Parapat dalam kunjungan tersebut RE Nainggolan mengunjungi 3 stand dari Kabupaten Toba Samosir yang diterima oleh Pelaksana Sekdakab Toba Samosir Ir. Saibon Sirait yaitu masing-masing Stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi serta Yayasan El Shaddai Taman Eden 100.
Turut hadir para pejabat di lingkungan Pemkab Toba Samosir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ir. Horas Legius Silitonga (Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan) dan Resman Sirait (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata).

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 15 Oktober 2009

kader KPM Desa

PEMKAB TOBA SAMOSIR SELENGGARAKAN PELATIHAN KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pemerintah Kabupaten Toba Samosir selenggarakan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Desa/Kelurahan Kabupaten Toba Samosir TA. 2009, bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Porsea (10/09/2009).
Bupati Toba Samosir dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Pembangunan Ir. Saibon Sirait mengatakan bahwa kader adalah seseorang yang dibekali sedemikian rupa agar memiliki kemauan dan kemampuan untuk memotivasi dan menggerakkan masyarakat dalam setiap pembangunan sedangkan pemberdayaan masyarakat adalah suatu strategi pembangunan yang melibatkan masyarakat secara menyeluruh sesuai bidang dan kemampuan masing-masing yaitu sejak perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian hasil pembangunan itu sendiri. Melalui keterlibatan masyarakat tersebut, maka diharapkan akan terwujud kemandirian dalam semua aspek kehidupan. Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk menciptakan tenaga-tenaga di desa untuk memiliki kemauan, kemampuan dan kelebihan dalam berbagai bidang guna mendorong atau menggerakkan masyarakat desa dalam setiap proses pembangunan.
Diharapkan oleh Bupati kepada setiap peserta pelatihan agar memelihara kedamaian dan tunjukkan sikap keteladanan kepada isteri atau suami dan anak-anak kemudian berkembang kepada tetangga dan masyarakat sekitar, menghindari pembicaraan yang menimbulkan konflik tetapi tumbuh kembangkan prakarsa membangun, jangan mudah terprovokasi tetapi pelajari dan taatilah peraturan yang ada serta ciptakan suasana/iklim yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama membicarakan penggalian dan pemanfaatan potensi desa.
Sebelumnya sekretaris panitia kegiatan Aron P. Simanjuntak, SE melaporkan bahwa Pelatihan KPM ini dilaksanakan pada tiga angkatan yaitu angkatan pertama berlangsung mulai tanggal 10 s/d 12 September 2009 angkatan kedua mulai tanggal 14 s/d 16 September 2009 dan angkatan ketiga tanggal 24 s/d 26 September 2009 yang keselurannya berlokasi di SKB Porsea.
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 150 orang dari 16 kecamatan di Kabupaten Toba Samosir yang dibagi dalam 50 orang per angkatan. Tim pelatih terdiri dari 2 orang pelatih dari Bapemmas dan Pemdes Propinsi Sumatera Utara dan 3 orang pelatih dari Kabupaten Toba Samosir. Adapun hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah peserta pelatihan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai mitra kerja Pemerintah Desa dan Kelurahan dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Partisipatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapemmas dan Pemdes Kabupaten Toba Samosir Drs. Wasir Simanjuntak

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 15 Oktober 2009

berita ringan

PEMKAB TOBA SAMOSIR BERBUKA PUASA BERSAMA MASYARAKAT KECAMATAN BONATUA LUNASI
Bupati Toba Samosir yang diwakili Asisten Pemerintahan Drs. Alberth Sidabutar turut berbuka puasa bersama dengan masyarakat Kecamatan Bonatua Lunasi yang dilaksanakan di Halaman Masjid Nurul Iman Desa Silamosik II Kecamatan Bonatua Lunasi, kamis (10/08/2009). Dalam sambutannya Alberth Sidabutar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat muslim di Kabupaten Toba Samosir demikian juga secara khusus bagi warga Kecamatan Bonatua Lunasi yang hadir pada acara “berbuka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan masyarakat Kecamatan Bonatua Lunasi”.
Ditambahkan oleh Alberth Sidabutar, bahwa tujuan adanya buka puasa bersama pemkab dengan masyarakat adalah untuk menjalin tali silaturahmi antara pemkab dengan masyarakat khususnya umat muslim di Kecamatan Bonatua Lunasi, juga diharapkan agar para warga yang menjalankan ibadah puasa mampu menjalankan puasa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir belum dapat berbuat banyak dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan ibadah puasa tahun 2009 ini, namun Pemerintah Kabupaten Toba Samosir telah memperluas kegiatan buka puasa bersama sampai ke tingkat kecamatan dan meningkatkan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan muslim di Kabupaten Toba Samosir.
Pada kesempatan buka puasa bersama tersebut Pemkab Toba Samosir juga mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang turut mendukung acara buka puasa bersama ini, diharapkan di setiap tindakan dalam kehidupan kepribadian kita sehari-hari senantiasa mengedepankan nilai-nilai keagamaan untuk mencapai Toba Samosir yang lebih religius dan mewujudkan TOBAMAS 2010.
Sementara itu tokoh masyarakat Kecamatan Bonatua Lunasi Makmur Sitorus menyambut baik atas terselenggaranya pelaksanaan buka puasa bersama ini, semoga dengan kegiatan ini hubungan antara pemkab dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Turut hadir pada acara tersebut Camat Bonatua Lunasi Rolli Silalahi, S.Pd, Kasubbag Agama Paiman Butarbutar dan Kasubbag Pemberitaan Hendra Butarbutar, AP.

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 10 Oktober 2009

Dunia parawisata tobasa

Toba Samosir Dalam Dunia Parawisata Perlu DiTingkatkan dan Di Tata Sedemikian Rupa.

Tobasa,Dalam objek wisata yang terletak di sepanjang pantai Danau Toba dengan sepantasnya dikembangkan dan di tata kembali sebagaimana yang telah di lakukan oleh Pemkab Simalungun dan Pemkab Samosir. Pemkab Simalungun dan Pemkab Samosir dengan berusaha sedemikian rupa untuk meningkatkan daerah-daerah di pinggir pantai dan hutannya dengan cara bersungguh-sungguh demi mendapatkan PAD dari Pariwisata dan hasilnya sangat lumayan besar.Hotel, Penginapan,toko-toko dan rumah makan di daerah tersebut sangat laris manis menjelang hari libur Nasional dan hari biasa.Turis local dan manca Negara tetap berdatangan ke daerah Parapat dan sekitarnya hanya untuk melihat ke indahan Danau Toba yang sudah sangat tersohor ke seluruh dunia.Dapat di pastikan setiap turis yang telah datang ke daerah tersebut akan mengingat dan akan kembali lagi mengunjunginya.Kebersihan pantai Danau Toba sangat di jaga masyarakat daerah itu dan keramahan penduduk terhadap pendatang dapat di ancungi jempol. Meat,Tarabunga,Gur-gur,Lumban Silintong,Pantai Pasifik dan Ajibata ,lumban Binaga,dan desa Pardinggaran yang berada di Toba Samosir merupakan daerah wisata yang menunggu polesan dari Pemkab Toba Samosir dan masih mengharapkan uluran tangan dari pemerintah Sumatera Utara serta dari Pemerintah Pusat.Masih sangat di ragukan Pemkab Toba Samosir dapat membenahi daerah-daerah wisata tersebut dengan baik. Sebagai contoh dapat kita ambil Desa Pardinggaran Kecamatan Laguboti daerah wisata yang persis berada di pinggir pantai yang berhawa dingin dari sejak dulu sudah tenar di kalangan penduduk Toba Samosir namun sekarang ini hanya tinggal kenangan saja. Desa Pardinggaran Kecamatan Laguboti di tinggal para pelaku wisata di karenakan infrastruktur menuju daerah wisata tersebut sudah tidak terawat dengan baik,jalan sepanjang 2 km dari Simpang Sirongit sudah tidak layak di pakai lagi,jalan menuju kearah Desa Pardinggaran Kecamatan Laguboti bagaikan kubangan kerbau saja. Seandainya Pemkab Toba Samosir jeli melihat prospek pariwisata di daerah-daerah tersebut,sudah tentu kota Parapat dapat disaingi dan para turis local dan manca Negara tidak hanya sekedar numpang lewat saja.Dan barang tentu PAD Toba Samosir dari Dinas Pariwisata meningkat drastis serta kesejahteraan rakyatnya dapat tercapai.Camat Laguboti Mangapul Hutajulu Ssos juga mengharapkan perhatian dari anak-anak rantau yang telah berhasil di (tano parserahan) untuk turut membangun daerah tersebut terutama di bidang kepariwisataan di karenakan Kecamatan Laguboti sangat potensil di bidang itu selain pertanian,Perikanan

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 10 Oktober 2009

berita ringan LKPJ Bupati Tobasa

LKPJ Bupati Tobasa
KOMISI I DPRD : BENAHI SEKTOR PENDIDIKAN DI TOBASA

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Toba Samosir mengatakan agar Bupati Tobasa Drs Monang sitorus sH MBa benar-benar memperhatikan mutu pendidikan, fasilitas sekolah serta penempatan guru pengajar yang professional disetiap sekolah wilayah terpencil diwilayah kab. Toba Samosir.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Komisi I DPRD Ir. Togar manurung pada penyampaian laporan hasil pembahasan pada Rapat paripurna Laporan Pertanggung jawaban Bupati Tobasa dan sisa perhitungan APBD tahun Anggaran 2009 diruang siding Kantor DPRD Tobasa Desa pagar batu Soposurung Balige

Dalam hal itu Ir. Togar Manurung mengungkapkan bahwa sesuai pengamatan serta peninjauan dilapangan ditemui berbagai hal ketidak profesionalan yang sangat signifikan disektor pendidikan tersebut. Salah satunya ialah dimana penempatan CPNS guru pengajar masih belum tepat. Banyak ditemui adanya kekurangan guru tenaga pengajar diberbagai bidang study ditiap Kecamatan yang jauh dari Ibukota Kabupaten seperti di Kec. Borbor, Kec.Pintupohan Meranti, Habinsaran, Nassau dan dibilangan kecamatan terpencil lainnya.

Sementara sekolah-sekolah yang berlokasi dekat dengan Ibukota Kabupaten ditemui limpahan guru pengajar dan bahkan masih tetap ditambah setiap penempatan. Salah satu contoh yang ditemui ialah, salah satu SD Negeri di kec. Pintupohan Meranti hanya terdapat dua orang pengajar diantaranya seorang merangkap kepala sekolah dan seorang guru pengajar bekerja keras meladeni sebanyak 6 (enam) ruangan kelas yaitu kelas satu hingga kelas enam.

Disamping ketidak propesionalan penempatan guru pengajar tersebut turut disampaikan terdapatnya fasilitas tidak memadahi disetiap sekolah seperti fisik bangunan yang sudah tidak layak, fasilitas lemari, papan tulis, meja, kursi, terlebih infra struktur jalan yang sulit menuju lokasi pembelajaran tersebut. Bagai mana mungkin generasi bias dipaksa untuk dapat diandalkan apabila setiap hal yang mendukung untuk itu tidak difasilitasi dan bahkan mengancam jiwa mereka setiap kali hendak menuntut ilmu.

Hal senada juga disampaikan juru bicara komisi II Ir. Jonggara Manurung didalam 20 point laporan hasil pembahasannya. Dikatakan bahwa di SMP N Nassau sama sekali tidak memiliki guru bahasa Inggris yang keberadaannya sangatlah urgent.

Komisi II turut membahas pembangunan jalan dari Tarabunga hingga ke Lumban Silintong yang dikerjakan tahun 2009 sudah rusak, diharapkan melalui Bupati agar segera diperbaiki. Dibeberapa sector pembangunan ditemui proyek fisik tidak sesuai seharusnya. Sector pariwisata di Tobasa ketinggalan dari Kabupaten Tetangga sementara asset yang terdapat di berbagai lokasi wisata memilikinilai histories sangat tinggi namun minim pengelolaan. Diharapkan kedepan Pemkab Tobasa mengedepankan dan mengarahkan pembangunan irigasi Desa dilokasi terpencil. Kepengurusan KPUD tampak sangat rapuh. Kadis DPPKD tidak pernah hadir pada setiap rapat dan pertemuan, diharapkan agar Bupati memberikan teguran keras terhadap beliau. Diharapkan agar badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan melakukan pengkajian kelayakan sebelum melaksanakan kegiatan galian C agar tidak menimbulkan dampak alam yang tidak dikehendaki.pembangunan jalan di Lumban Huala agar sesuai dengan semestinya. Membuka daerah-daerah terisolir dan mengga;I pundit-pundi perekonomian untuk meningkatkan Pendapatan Asli daerah.

Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 5 Oktober 2009

bukan hanya sekedar berita tapi kenyataannya

SEMBILAN RUKO TERBAKAR DI BALIGE

Sembilan ruko di sisi Jalan Patuan Nagari Kota Balige hangus terbakar, selasa (29/09/2009), malam sekitar pukul 21.00 wib. Ruko tersebut diantaranya yaitu Rumah Makan Surya Bundo Kanduang, Matahari Optical dan Kedai Bakmi Sadela, sedangkan korban nyawa tidak ada dan kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Hal ini mengakibatkan ribuan masyarakat panik akibat kebakaran tersebut sehingga memacetkan arus lalu lintas di jalan lintas sumatera tersebut.
Sumber api sampai saat ini belum diketahui asalnya. Pemkab Toba Samosir mengerahkan mobil pemadam kebakarannya untuk memadamkan api yang menghanguskan ruko tersebut dengan bantuan satu unit mobil pemadan kebakaran milik PT.TPL, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tapanuli Utara dan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Humbang Hasundutan.
Esoknya, rabu (30/09/2009) pukul 08.30 wib, Bupati Toba Samosir beserta Unsur Pimpinan Daerah plus mengadakan peninjauan ke lokasi kebakaran dan menyampaikan kata-kata penghiburan bagi korban kebakaran. Dalam kesempatan tersebut Bupati melalui Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan berupa beras, gula, mie instant dan bubuk teh sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Toba Samosir Mangatas Silaen turut memberikan bantuan kepada korban melalui Camat Balige sebesar 20 juta rupiah.

BAGIAN HUKUM SETDAKAB TOBA SAMOSIR ADAKAN PENYULUHAN HUKUM BERSAMA PENGADILAN NEGERI BALIGE

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Bagian Hukum Setdakab Toba Samosir mengadakan Acara Penyuluhan Hukum Antara Pemerintah Kabupaten Toba Samosir bersama Pengadilan Negeri Balige, dengan Topik UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir, Selasa (29/09).
Penyuluhan hukum yang dibuka langsung Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA dan dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Balige, Avrits Siahaan, SH, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir, Ny Intan Monang Sitorus br Marpaung serta Ibu Ketua Dharmayukti Pengadilan Negeri Balige serta sejumlah pejabat pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Toba Samosir.
Dalam sambutannya, Bupati Toba Samosir menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan hukum seperti ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam mencapai dan mewujudkan Visi dan Misi Tobamas 2010, yakni mencapai keluarga yang harmonis, dengan melibatkan langsung para ibu yang merupakan pelaku dan bisa jadi korban dari KDRT itu, sehingga dengan pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak muncul lagi kasus-kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kabupaten Toba Samosir seperti halnya kita lihat di media televisi adanya kasus-kasus KDRT yang banyak menimpa artis ibukota kita, sebut Bupati mencontohkan.
Sebelumnya Ketua Pengadilan Negeri Balige, Avrits Siahaan, dalam sambutannya menyampaikan sangat menyambut baik kegiatan ini, sebab merupakan salah satu upaya menumbuhkan kesadaran hukum, meskipun banyak orang hanya mendengar tetapi tidak melaksanakan, sebab hukum itu selain sifatnya mengatur (tentang yang dilarang dan dianjurkan) dan sifatnya memaksa (sanksi)
Dalam kesempatan itu, Kabag Hukum Pemkab Toba Samosir, Drs. Audi Murphy Sitorus, SH selaku Ketua Panitia juga melaporkan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan dimaksud adalah Keputusan Bupati Toba Samosir No 62 Tahun 2009 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Penyuluhan Hukum antara Pemkab Toba Samosir bersama Pengadilan Negeri Balige dan Surat Ketua Pengadilan Negeri Balige Nomor W2.U18.1782/Kp/Ix/2009 perihal Nama-nama Hakim Pengadilan Negeri Balige sebagai Pembicara
Disebutkan kegiatan ini bertujuan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum dan pemahaman akan hakekat perkawinan, Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang, perlu dilakukan penyuluhan hukum kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali Ibu-Ibu PKK dan Ketua serta Anggota Dharmayukti Pengadilan Negeri Balige.
Sedangkan yang menjadi dasar pertimbangan, ibu-ibu sebagai sasaran penyuluhan adalah karena organisasi ini ada hingga ke desa-desa, dan diharapkan para peserta ini dapat mensosialisasikan kembali hingga di tingkat kecamatan dan desa dengan jumlah peserta 120 orang yang terdiri dari Ketua Tim Penggerak Kabupaten Toba Samosir beserta Anggota Ketua TP. PKK Kecamatan dan anggota se-Kabupaten Toba Samosir, beserta Ketua Dharmayukti Pengadilan Negeri dan Anggota.
Sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah Hakim dari Pengadilan Negeri Balige, Muhammad Irsyad, SH MH, dengan topik Perkawinan dalam perspektif UU No 1 Tahun 1974 dengan moderator Tito Siahaan, SH (Staf Ahli Bupati Bidang Hukum) kemudian dilanjutkan dengan Tinjauan Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh Wahyuni Prasetyaningsih, SH dengan moderator Sedih Simanjuntak (Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan) menyampaikan latar belakang terjadinya KDRT diantaranya adalah budaya patriarki yang menganggap kaum laki-laki adalah dominasi rumah tangga kemudian keterbatasan ekonomi dan kurangnya pengertian dalam masyarakat mengenai pelarangan KDRT, yang bentuknya berupa kekerasan fisik, kekerasan fsikis, kekerasan seksual, penelantaran rumah tangga.
Kemudian topik Mengenali Untuk Menghindari Perdagangan Manusia (Trafficking In Person) oleh Deni Indrayana, SH dengan moderator Drs. Alberth Sidabutar (Asisten Pemerintahan) yang memyampaikan sejarah perbudakan sebagai salah satu praktek perdagangan manusia, lewat proses perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan dengan cara ancaman, pemaksaan, penculikan, penipuan, kebohongan, kecurangan dan penyalahgunaan kekuasaan yang bertujuan dijadikan korban prostitusi, pornografi, kekerasan/eksploitasi seksual atau kerja keras serta praktek perbudakan lainnya, yang pada umumnya disebabkan kurangnya kesadaran, kemiskinan, keinganan cepat kaya, faktor budaya, kurangnya pencatatan kelahiran, kurangnya pendidikan/ketrampilan serta korupsi dan lemahnya penegakan hukum
Terakhir, Stressing Hasil Penyuluhan Hukum dilakukan Ketua PN Balige Avrits Siahaan, SH sekaligus menutup acara, dipandu pembawa acara Tulus Hutabarat, S.Sos didampingi salah seorang Panitia Pelaksana, Lukman Siagian, SH (Kasubbag Peraturan Perundangan Bagian Hukum).

HARI PANGAN SEDUNIA KE-29 DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Hari Pangan Sedunia ke-29 diperingati di Kabupaten Toba Samosir yang dimeriahkan dengan perlombaan konsumsi pangan Beragam, Bergizi dan Berimbang (3B). Acara berlangsung cukup sederhana yang dihadiri oleh Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir Ny. Intan Monang Sitorus br. Marpaung dan para pimpinan SKPD.
Pada laporannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan Dompak Simanjuntak melaporkan bahwa perlombaan ini dilaksanakan bukan hanya mencari pemenang tetapi juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat (keluarga) dalam penyajian pangan yang Beragam, Bergizi dan Berimbang.
Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir Ny. Intan Monang Sitorus br Marpaung menyambut baik adanya lomba ini, beliau juga mengharapkan masyarakat (individu) mampu memahami arti konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan berimbang dengan pengertian bahwa tidak satupun bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang lengkap, maka dari itu untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif setiap individu harus mengkonsumsi aneka ragam pangan secara seimbang yang mengandung gizi sesuai kebutuhan tubuh kita.
Pada kesempatan itu Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA juga menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh peserta lomba sekaligus mengingatkan kembali bahwa potensi ketersediaan sumber daya alam dan ketersediaan bahan pangan yang kita miliki di Toba Samosir cukup banyak yang bisa membuka peluang usaha yang cukup potensial dikembangkan. Bupati juga berharap dan mengajak untuk menggali potensi pangan lokal dan makanan tradisional sebagai alternatif sumber pangan guna mewujudkan penganeka ragaman konsumsi pangan.
Pemanfaatan pangan lokal juga diharapkan Bupati Toba Samosir dapat dijadikan untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus meningkatkan penghasilan petani juga para pengerajin Industri Rumah Tangga melalui aneka produk olahan pangan lokal yang berkualitas dan bermutu yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh dari Toba Samosir,
Dan akhirnya Bupati beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir melakukan pengguntingan pita pertanda lomba dimulai pada Hari Pangan Sedunia Ke-29 di Kabupaten Toba Samosir.

Older Posts »

Kategori