Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 11 Agustus 2009

berita ringan dari laguboti


BAMBANG HASIBUAN TERSANGKA PEMBUNUHAN HAMONANGAN HUTAHAEAN DILAGUBOTI AKHIRNYA TERTANGKAP.

Laguboti

Polsek Laguboti layak mendapatkan acungan jempol, dengan prestasinya. Misteri pembunuhan seorang laki – laki paruh baya bernama Hamonangan ( 43 ) di Dusun Sigende Desa Hutahaean Laguboti, akhirnya tertangkap Bambang Hasibuan sebut saja BS. BS sehari harinya bekerja dikebunnya yang baru 2 minggu bekerja diladang korban yang diduga melakukan pembunuhan sadis tersebut, yang akhirnya dapat diringkus petugas yang berwajib dari Ibukota Jakarta.

Pembunuhan sadis tersebut terjadi pada tanggal 17 Juni 2009 kemarin, yang berlokasi disebuah perladangan di Dusun Sigende Desa Hutahaean Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Hamonangan Hutahaean ( 43 ) yang telah satu tahun lebih membuka usaha perladangan Kopi serta peternakan Itik ditempat kelahirannnya tanpa didampingi Istrinya, ditemukan tewas dirumah sederhana yang dibangunnya diladang tersebut oleh anak tetangga.

Kota Laguboti menjadi geger setelah penemuan mayat tersebut, Polsek Laguboti didampingi langsung oleh Kapolsek IPTU Ultakari turun langsung untuk melakukan penyisiran dan penyidikan. Dari hasil penyidikan dilapangan diduga laki laki paruh baya tersebut dihabisi dimalam hari sebelumnya oleh orang gajiannya sendiri, dimana sebuah Kereta roda dua dengan merek RX-King beserta dengan sejumlah uang dan Handphone korban raib dibawa oleh sipelaku ( BS ).

Dari hasil informasi yang didapat menuturkan bahwa keluarga korban segera menghubungi kerabatnya yang kebetulan bertugas di Mabes Polri Jakarta dengan berdasarkan petunjuk HP korban yang dibawa tersangka. Dimana keberadaan tersangka terus menerus dilacak dengan dibantu oleh teknologi canggih sekarang ini yang turut melakukan pelacakan sang pelaku pembunuhan.

Akhirnya pelarian BS selesai sudah, tepatnya 10 Juli 2009, Jumat dini hari setelah petugas dari Kepolisian meringkusnya sedang tertidur pulas dirumah seorang kerabatnya yang berlokasi di Kota Jakarta. Dan setelah sipelaku berhasil diringkus dan diproses barulah dikirim kembali kepada Kepolisian Laguboti yang dikawal secara ketat untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan. Tersangka langsung diboyong naik pesawat menuju bandara polonia Medan, disanalah sang pelaku dijemput oleh Kanitreskrim Polsek Laguoti AIPTU R Tambunan bersama seorang anggotanya Brigadir B.S Margolang.

Adapun kronologis kejadian pembunuhan sesuai dengan pemaparan tersangka saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sikorban ( Hamonangan-red ) menyuruh tersangka untuk mencari 3 ayamnya yang hilang entah kemana rimbanya. Tetapi sipelaku pulang dengan tangan kosong, sebab sipelaku bukannya pergi mencari ayam tersebut melainkan pergi kewarung tuak. mengetahui sipelaku pulang dengan tangan kosong tanpa ada laporan yang jelas, sangkorban marah marah serta memaki maki sipelaku dengan mengatakan “ Sian ihur ni omakmu do ho haroa tubu, so di boto ho natama” ( Dari pantat Mamakmu kamu dilahirkan, tidak tahu kamu yang bagus ).

Mendengar ucapan tersebut sipelaku yang pada saat itu masih menggoreng ikan asin hatinya terasa tersayat dan tertusuk tusuk, lalu sang pelaku secara diam diam mengambil sebilah kayu bekas tumbilang dengan sekuat tenaganya mengayunkan kearah kepala sikorban. Melihat sikorban belum juga mati sipelaku dengan buas memukul lagi sampai 3 kali berturut turut sehingga membuat sikorban tewas tanpa mengeluarkan suara. Dan pada saat itu keadaan sikorban lagi asyik menulis nulis sesuatu diatas sehelai kertas sehingga tidak tahu apa yang akan menimpanya.

Setelah sipelaku menyudahi acaranya, lalu sipelaku dengan segera menyikat harta benda sikorban berupa satu unit HP dan uang sejumlah Rp 1.557.000,- lalu tersangka melarikan diri dengan membawa beberapa baju sikorban berikut dengan kereta roda duanya yaitu RX-King dengan tujuan arah kota Tarutung. Dari Tarutung sipelaku masih menyempatkan dirinya untuk bersenang senang dengan pujaan hatinya Boru Panjaitan yang berada di Doloksanggul dan terakhir belanja belanja untuk menghibur pujaan hatinya di Kota Sibolga.

Setelah puas dengan pujaan hatinya tersangka lalu pamit untuk pergi lagi menuju Jambi kerumah abangnya, disana sipelaku sempat tinggal selama seminggu. Walaupun demikian perasaan dihatinya selalu menghantuinya dan terus menerus sipelaku tidak merasa aman dirumah abangnya. Untuk menghindari rasa takutnya itu sipelaku permisi untuk merantau kepada abangnya menuju Kota Padang Pasaman dan selanjutnya menuju Kota Jakarta. Dan disanalah semua sepak terjang sipelaku berakhir sudah.

Keberhasilan Polsek Laguboti membongkar kasus ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara keluarga sikorban, hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Laguboti AIPTU Ultakari ketika dikonfirmasi diruang kerjanya dengan mengatakan bahwa penangkapan tersangka tersebut sedang disidik di Polsek Laguboti dan dalam waktu dekat ini akan digelar rekontruksi, ujarnya.

Isteri Korban Br Sianipar yang sudah seminggu di Polsek Laguboti menangis terharu dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: