Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 15 Agustus 2009

Kota Balige


Kota Balige setelah Mendapat Sentuhan Pembangunan

Sejak Drs. Monang Sitorus SH MBA dan Ir. Mindo Tua Siagian MSc memimpin Kabupaten Toba Samosir, Balige sebagai Ibukota Kabupaten, sudah banyak mengalami perubahan dari segi penataan untuk menuju kota yang indah dan bersih.
Perubahan itu terlihat dua tahun terakhir ini, yaitu diperlebarnya Jalan Tarutung mulai depan Gereja Katolik hingga Simpang Jalan Sutomo, diperbaikinya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) daerah Sibulele, diperlebarnya Jalan Sisingamangaraja di pusat kota Balige berikut pembatas jalan, ditanaminya pohon palam disepanjang pinggir jalan kota, pohon cemara disekitar bundaran dan lain sebagainya.
Program penataan kota Balige ini, mendapat dukungan penuh dari masyarakat Balige dan sekitarnya, karena dinilai sebagai Ibukota, sudah wajar dan patut mendapat perhatian yang cukup agar kedepan, menjadi Kota yang indah dan bersih.
Tetapi setelah dimanfaatkan, dibeberapa titik badan jalan telah mengalami kerusakan, seperti Jalan Tarutung di depan Kantor Bumiputra sudah berlobang, Jalan Lintas Sumatera daerah Sibulele, walaupun beberapa kali pihak kontraktor melakukan pembongkaran dan memperbaikinya, namun kembali rusak, Jalan Sisingamangaraja di pusat kota, pembatas jalannya mulai rusak khususnya pot bunga bundaran sebagian telah hancur. Demikian halnya dengan pohon palam setinggi 2-2,5 meter yang ditanami ditepi sepanjang jalan sisingamangaraja pusat kota, kini sudah terlihat hidup segan mati tak mau.
Sewaktu pohon palam ini ditanami, masyarakat merasa akan menjadi kota sejuk, namun ada juga yang bertanya melihat pohon itu ditanami sudah setinggi 2-3 meter. Sehingga masyarakat menyebutkannya “pohon ajaib”.
Melihat kondisi ini barangkali setiap masyarakat yang melintasi jalan ini, akan bertanya dalam hati, kenapa baru beberapa waktu proyek ini selesai sudah begitu keadaannya ?. Seandainya pertanyaan itu diungkapkan secara terbuka, akan muncul jawaban bermacam-macam sesuai versi pengamatan masing-masing, barangkali akan ada yang menyalahkan kontraktor, dan mungkin juga masyarakat selaku pengguna jalan kurang berhati-hati sehingga pembatas jalan dan pot bunga bundaran kesenggol hingga rusak.
Memang itu bagian dari dinamika proses pembangunan, tidak ada garansi bahwa hasil proyek dijamin akan tetap utuh seperti sewaktu dibangun. Ada saja beberapa faktor penyebab hasil proyek itu akan rusak dan bahkan kadang proyek itu bukan justru memperlancar arus lalu lintas seperti di pusat kota setiap hari jumat pekan, Jalan Sisingamangaraja yang sudah diperlebar menjadi 12 meter lengkap pembatas jalan itu malah membuat arus lalu lintas macet, karena jalan itu telah dwifungsi, pertama menjadi jalan lintas dan kedua menjadi tempat parkir para mobil angkot. Sehingga kota Balige setiap jumat pekan tampak sembraut tidak teratur. Dan lebih anehnya dibeberapa titik pemerintah melalui instansi terkait membuat marka jalan akan tetapi tidak berfungsi, karena di Balige belum ada traffic light.
Pembuatan marka jalan ini seolah-olah tidak memiliki planning yang matang sehingga hasilnya sia-sia, uang negara habis tak bermanfaat. Demikian juga penanaman pohon palam, sudah terlihat hidup segan mati tak mau.
Seyogianya setiap pemerintah membuat program yang tujuannya untuk penataan kota selayaknya harus mengkaji lebih matang planningnya, agar hasilnya benar-benar memperindah kota.
Jikalau tidak demikian, walaupun beberapa jalan telah diperlebar, lampu hias dibeberapa titik ditempatkan, kota Balige akan tetap terlihat seperti sediakala. Oleh karenanya pemerintah sudah saatnya memikirkan pembangunan terminal, mengalokasikan anggaran khususnya untuk pemeliharaan jalan, lingkungan seperti tanaman bunga dan pohon di pusat kota, agar suatu saat kota Balige terlihat asri dan sejuk. Bukan seperti sekarang ini, setiap hari mobil-mobil mewah milik pemerintah seperti merk terrios, kijang kapsul, terango dan lain sebagainya melintas, namun jalan kota tak terurus dengan baik.
Untuk itu, kepada Bupati Toba Samosir diharapkan, di sisa waktu 2 tahun lebih pemerintahannya ini, hendaknya berbuat yang terbaik, memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan kota Balige sebagai pusat administrasi pemerintahan dan parameter Kabupaten Tobasa, sehingga kekurangan dimasa pemerintahannya dapat tercover dan masyarakat dapat mengenang kepemimpinannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: