Oleh: Ronny Carter PM Sibarani | 5 Oktober 2009

bukan hanya sekedar berita tapi kenyataannya


SEMBILAN RUKO TERBAKAR DI BALIGE

Sembilan ruko di sisi Jalan Patuan Nagari Kota Balige hangus terbakar, selasa (29/09/2009), malam sekitar pukul 21.00 wib. Ruko tersebut diantaranya yaitu Rumah Makan Surya Bundo Kanduang, Matahari Optical dan Kedai Bakmi Sadela, sedangkan korban nyawa tidak ada dan kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Hal ini mengakibatkan ribuan masyarakat panik akibat kebakaran tersebut sehingga memacetkan arus lalu lintas di jalan lintas sumatera tersebut.
Sumber api sampai saat ini belum diketahui asalnya. Pemkab Toba Samosir mengerahkan mobil pemadam kebakarannya untuk memadamkan api yang menghanguskan ruko tersebut dengan bantuan satu unit mobil pemadan kebakaran milik PT.TPL, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tapanuli Utara dan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Humbang Hasundutan.
Esoknya, rabu (30/09/2009) pukul 08.30 wib, Bupati Toba Samosir beserta Unsur Pimpinan Daerah plus mengadakan peninjauan ke lokasi kebakaran dan menyampaikan kata-kata penghiburan bagi korban kebakaran. Dalam kesempatan tersebut Bupati melalui Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan berupa beras, gula, mie instant dan bubuk teh sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Toba Samosir Mangatas Silaen turut memberikan bantuan kepada korban melalui Camat Balige sebesar 20 juta rupiah.

BAGIAN HUKUM SETDAKAB TOBA SAMOSIR ADAKAN PENYULUHAN HUKUM BERSAMA PENGADILAN NEGERI BALIGE

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Bagian Hukum Setdakab Toba Samosir mengadakan Acara Penyuluhan Hukum Antara Pemerintah Kabupaten Toba Samosir bersama Pengadilan Negeri Balige, dengan Topik UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir, Selasa (29/09).
Penyuluhan hukum yang dibuka langsung Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA dan dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Balige, Avrits Siahaan, SH, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir, Ny Intan Monang Sitorus br Marpaung serta Ibu Ketua Dharmayukti Pengadilan Negeri Balige serta sejumlah pejabat pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Toba Samosir.
Dalam sambutannya, Bupati Toba Samosir menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan hukum seperti ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam mencapai dan mewujudkan Visi dan Misi Tobamas 2010, yakni mencapai keluarga yang harmonis, dengan melibatkan langsung para ibu yang merupakan pelaku dan bisa jadi korban dari KDRT itu, sehingga dengan pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak muncul lagi kasus-kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kabupaten Toba Samosir seperti halnya kita lihat di media televisi adanya kasus-kasus KDRT yang banyak menimpa artis ibukota kita, sebut Bupati mencontohkan.
Sebelumnya Ketua Pengadilan Negeri Balige, Avrits Siahaan, dalam sambutannya menyampaikan sangat menyambut baik kegiatan ini, sebab merupakan salah satu upaya menumbuhkan kesadaran hukum, meskipun banyak orang hanya mendengar tetapi tidak melaksanakan, sebab hukum itu selain sifatnya mengatur (tentang yang dilarang dan dianjurkan) dan sifatnya memaksa (sanksi)
Dalam kesempatan itu, Kabag Hukum Pemkab Toba Samosir, Drs. Audi Murphy Sitorus, SH selaku Ketua Panitia juga melaporkan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan dimaksud adalah Keputusan Bupati Toba Samosir No 62 Tahun 2009 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Penyuluhan Hukum antara Pemkab Toba Samosir bersama Pengadilan Negeri Balige dan Surat Ketua Pengadilan Negeri Balige Nomor W2.U18.1782/Kp/Ix/2009 perihal Nama-nama Hakim Pengadilan Negeri Balige sebagai Pembicara
Disebutkan kegiatan ini bertujuan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum dan pemahaman akan hakekat perkawinan, Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang, perlu dilakukan penyuluhan hukum kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali Ibu-Ibu PKK dan Ketua serta Anggota Dharmayukti Pengadilan Negeri Balige.
Sedangkan yang menjadi dasar pertimbangan, ibu-ibu sebagai sasaran penyuluhan adalah karena organisasi ini ada hingga ke desa-desa, dan diharapkan para peserta ini dapat mensosialisasikan kembali hingga di tingkat kecamatan dan desa dengan jumlah peserta 120 orang yang terdiri dari Ketua Tim Penggerak Kabupaten Toba Samosir beserta Anggota Ketua TP. PKK Kecamatan dan anggota se-Kabupaten Toba Samosir, beserta Ketua Dharmayukti Pengadilan Negeri dan Anggota.
Sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah Hakim dari Pengadilan Negeri Balige, Muhammad Irsyad, SH MH, dengan topik Perkawinan dalam perspektif UU No 1 Tahun 1974 dengan moderator Tito Siahaan, SH (Staf Ahli Bupati Bidang Hukum) kemudian dilanjutkan dengan Tinjauan Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh Wahyuni Prasetyaningsih, SH dengan moderator Sedih Simanjuntak (Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan) menyampaikan latar belakang terjadinya KDRT diantaranya adalah budaya patriarki yang menganggap kaum laki-laki adalah dominasi rumah tangga kemudian keterbatasan ekonomi dan kurangnya pengertian dalam masyarakat mengenai pelarangan KDRT, yang bentuknya berupa kekerasan fisik, kekerasan fsikis, kekerasan seksual, penelantaran rumah tangga.
Kemudian topik Mengenali Untuk Menghindari Perdagangan Manusia (Trafficking In Person) oleh Deni Indrayana, SH dengan moderator Drs. Alberth Sidabutar (Asisten Pemerintahan) yang memyampaikan sejarah perbudakan sebagai salah satu praktek perdagangan manusia, lewat proses perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan dengan cara ancaman, pemaksaan, penculikan, penipuan, kebohongan, kecurangan dan penyalahgunaan kekuasaan yang bertujuan dijadikan korban prostitusi, pornografi, kekerasan/eksploitasi seksual atau kerja keras serta praktek perbudakan lainnya, yang pada umumnya disebabkan kurangnya kesadaran, kemiskinan, keinganan cepat kaya, faktor budaya, kurangnya pencatatan kelahiran, kurangnya pendidikan/ketrampilan serta korupsi dan lemahnya penegakan hukum
Terakhir, Stressing Hasil Penyuluhan Hukum dilakukan Ketua PN Balige Avrits Siahaan, SH sekaligus menutup acara, dipandu pembawa acara Tulus Hutabarat, S.Sos didampingi salah seorang Panitia Pelaksana, Lukman Siagian, SH (Kasubbag Peraturan Perundangan Bagian Hukum).

HARI PANGAN SEDUNIA KE-29 DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Hari Pangan Sedunia ke-29 diperingati di Kabupaten Toba Samosir yang dimeriahkan dengan perlombaan konsumsi pangan Beragam, Bergizi dan Berimbang (3B). Acara berlangsung cukup sederhana yang dihadiri oleh Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir Ny. Intan Monang Sitorus br. Marpaung dan para pimpinan SKPD.
Pada laporannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan Dompak Simanjuntak melaporkan bahwa perlombaan ini dilaksanakan bukan hanya mencari pemenang tetapi juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat (keluarga) dalam penyajian pangan yang Beragam, Bergizi dan Berimbang.
Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir Ny. Intan Monang Sitorus br Marpaung menyambut baik adanya lomba ini, beliau juga mengharapkan masyarakat (individu) mampu memahami arti konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan berimbang dengan pengertian bahwa tidak satupun bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang lengkap, maka dari itu untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif setiap individu harus mengkonsumsi aneka ragam pangan secara seimbang yang mengandung gizi sesuai kebutuhan tubuh kita.
Pada kesempatan itu Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH, MBA juga menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh peserta lomba sekaligus mengingatkan kembali bahwa potensi ketersediaan sumber daya alam dan ketersediaan bahan pangan yang kita miliki di Toba Samosir cukup banyak yang bisa membuka peluang usaha yang cukup potensial dikembangkan. Bupati juga berharap dan mengajak untuk menggali potensi pangan lokal dan makanan tradisional sebagai alternatif sumber pangan guna mewujudkan penganeka ragaman konsumsi pangan.
Pemanfaatan pangan lokal juga diharapkan Bupati Toba Samosir dapat dijadikan untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus meningkatkan penghasilan petani juga para pengerajin Industri Rumah Tangga melalui aneka produk olahan pangan lokal yang berkualitas dan bermutu yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh dari Toba Samosir,
Dan akhirnya Bupati beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Samosir melakukan pengguntingan pita pertanda lomba dimulai pada Hari Pangan Sedunia Ke-29 di Kabupaten Toba Samosir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: